"Sebesar apa pun dosa seseorang, apabila dihadapkan pada anugerah ALLAH, maka dosa itu tidak ada yang besar. Apabila seseorang sentiasa berprasangka baik kepada ALLAH, maka ALLAH akan memberikan yang terbaik baginya. bagaimanapun juga rahmat ALLAH lebih besar daripada segala bentuk dosa..."
Suatu hari Syaidina Umar menemui Rasulullah, Umar datang dengan tangis yang tersedu-sedu. Melihat tingkah Umar, Rasulullah menjadi hairan. Apa yang terjadi terhadap Umar...
"Wahai umar, Kenapa kamu masuk rumah sambil menangis tersedu-sedu?"
"Di luar ada orang menangis tersedu-sedu, ya Rasulullah, saya terharu melihatnya sehingga saya ikut menangis".
"Sudahlah Umar, suruh dia masuk ke dalam! Tanyalah apa yang sampai membuatnya menangis seperti itu".
Kemudian Syaidina Umar mempersilakan orang yang menangis di luar kediaman Rasulullah itu, untuk masuk ke dalam. Orang tersebut masih menangis tanpa henti kemudian Rasulullah bertanya kepada orang itu:
"Kenapa kamu menangis?"
"Saya berdosa, ya Rasulullah"
"Dosa apa?"
"Saya malu mengatakannya ya Rasulullah, dosa saya terlalu besar."
"Besar mana dosa kamu dengan dunia seisinya?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan lautan sedunia?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan langit tingkat tujuh?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan gunung-gunung sejagat?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan Arasy?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
Semua yang ditanyakan oleh Nabi dijawa
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
Lantas Rasulullah bertanya pada orang itu.
"Besar mana dosamu jika dibandingkan dengan rahmat ALLAH?"
Mendengar pertanyaan Rasulullah, orang itu langsung terperanjat.
"Oh... kalau itu, jelas besar rahmat ALLAH, ya Rasulullah."
Ternyata orang yang berdosa ini masih mempunyai prasangka baik (khusnudhon) kepada ALLAH.
"Sekarang, kalau memang kamu benar-benar berniat taubat, kenapa kamu mesti malu. sudah kamu tidak usah malu, ceritakan saja a[a yang telah kamu perbuat," perintah Rasulullah.
"Baiklah Rasulullah."
Kemudian orang itupun bercerita tentang apa yang diperbuatnya.
"Ya rasulullah, saya ini adalah seorang pencuri kain kafan orang yang sudah meninggal. Jika ada orang yang meninggal dunia dan kemudian dimakamkan, malamnya kuburan itu saya gali. Mayatnya saya naikkan ke atas, kafannya saya ambil, kemudian saya kuburkan lagi. Itu kalau mayatnya laki-laki."
"Namun apabila mayatnya itu, perempuan, lain la ya Rasulullah. Jika mayatnya adalah seorang wanita, sebelum saya kuburkan lagi, mayat itu saya gagahi (setubuhi) dulu, batu kemudian saya kebumikan lagi ya Rasulullah."
Orang itu bercerita dengan perasaan takut yang tiada tara. Betapa kagetnya Rasulullah ketika mendengar cerita tersebut, beliau tidak menduga sampai sejauh itu yang telah dilakukan oleh orang tersebut. Sampai Rasulullah berkata:
"Wahai kamu ahli maksiat, menyingkirlah kamu. Menyingkirlah, menjauhlah kamu daripadaku. Jangan sampai api ALLAH jatuh mengenaiku."
Mendengar ucapan Rasulullah, orang itu pun semakin sedih. Sama sekali dia tidak menduga bahawa Rasulullah akan mengusirnya. Dengan hatinya yang gundah gulana, orang itu meninggalkan kediaman Rasulullah. Jiwanya rapuh seketika kebingungan menyelimuti dirinya."
Orang itu berjalan sambil menitiskan air mata yang semakin deras. Hingga sampailah dia pada padang pasir yang sangat luas dan panas. Dia terus menangis, kepalanya diusap-usapkan diatas padang pasir yang sangat panas. Dia tersungkur dan terus menangis tiada henti. Ditengah-tengah kegelisahan yang tak bertepi, orang itupun menadahkan tangan dan berdoa kepada ALLAH. Dia mengadu atas apa yang menimpa pada dirinya."
"Ya ALLAH, begitu besar dosa yang telah aku lakukan. Aku benar-benar ingin bertaubat, akan tetapi Rasulullah mengusirku. Sekarang tinggal Engkau ya ALLAH. Jika Engkau memang tega kepadaku, sebab apa yang telah kuperbuat. Jika Engkau tega melihat keadaanku yang seperti ini, ya ALLAH, maka bakar sahaja aku di dunia ini, sebelum kau masukkan aku ke dalam kobaran api neraka. Bakar.., bakar.., bakar saja aku ya ALLAH Ta'ala, jika memang taubatku ini tidak diterima lagi. Seketika setelah berdoa, orang itu tergeletak tidak bernyawa. Orang yang ahli maksiat itu meninggal dunia bersama penyesalan dirinya."
Kemudian ALLAH memerintahkan malaikat Jibril untuk datang kepada Nabi Muhammad.
"Jibril, datanglah kau kepada kekasihku Muhammad. Tanyakan kepadanya;
"Siapakah yang menciptakan manusia?"
"Kalau dia jawab ALLAH, tanyakan lagi.."
"Siapakah yang menerima taubat manusia?"
"Apabila dia menjawab ALLAH, perintahkan kepada Muhammad untuk mengajak sahabat-sahabatnya merawat jenazh orang yang taubat itu, orang yang telah diusir oleh Muhammad"
"Perintahkan kepada Muhammad untuk menyolati, sebagaimana dia menyolati orang mukmin. Beritakan kepada Muhammad bahawa dosa-dosa orang tersebut telah aku ampuni..."
Sebenarnya,sebelum dia datang kepada Rasulullah, dia telah mendapat peringatan daripada ALLAH SWT, suatu hari, orang itu mencuri kain kafan seorang gadis perawan, di mana gadis itu merupakan salah satu puteri daripada sahabat Nabi, seperti kebiasaannya, bila korbannya adalah mayat perempuan, maka dia pasti menyetubuhinya. Ketika diamenyetubuhi mayat tersebut, tiba-tiba mayat tersebut berbicara:
"Wahai lelaki, apakah kamu tidak malu kepada ALLAH, kamu tidak malu disaksikan oleh ALLAH. Kamu tidak kasihan dengan aku. Sebelum aku dikuburkan, aku dibersihkan. Aku disucikan, sekarang kau buat aku telanjang. Kenapa kamu tidak kasihan kepadaku, wahai lelaki?"
---> Saje nak kongsi kisah ni dengan korang semua. Kita selaku manusia biasa sering kali alpa dengan setiap suruhan dan larangan dari ALLAH SWT. Time senang seringkali kita abai segala perintahNYA. Bila diberi sedikit ujian daripada NYA, barulah kita ni semua nk ingat dia...nak taubat...baru nk tunai solat..baru nk bukak semula Al-Quran..Kitab suci ALLAH.. itu untung masih ingat nk taubat walaupun lepas diberi petunjuk dari ALLAH taala...ade jugak yang tetap tidak mahu bertaubat sampai ke hujung nyawa... semoga kita sama2 menjadi hamba-NYA yang sentiasa patuh setiap suruhan dan larangan-NYA...Amin..Ya Rabbal Alamin...<----
"Wahai umar, Kenapa kamu masuk rumah sambil menangis tersedu-sedu?"
"Di luar ada orang menangis tersedu-sedu, ya Rasulullah, saya terharu melihatnya sehingga saya ikut menangis".
"Sudahlah Umar, suruh dia masuk ke dalam! Tanyalah apa yang sampai membuatnya menangis seperti itu".
Kemudian Syaidina Umar mempersilakan orang yang menangis di luar kediaman Rasulullah itu, untuk masuk ke dalam. Orang tersebut masih menangis tanpa henti kemudian Rasulullah bertanya kepada orang itu:
"Kenapa kamu menangis?"
"Saya berdosa, ya Rasulullah"
"Dosa apa?"
"Saya malu mengatakannya ya Rasulullah, dosa saya terlalu besar."
"Besar mana dosa kamu dengan dunia seisinya?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan lautan sedunia?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan langit tingkat tujuh?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan gunung-gunung sejagat?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
"Besar mana dosamu dengan Arasy?"
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
Semua yang ditanyakan oleh Nabi dijawa
"Besar dosa saya, ya Rasulullah."
Lantas Rasulullah bertanya pada orang itu.
"Besar mana dosamu jika dibandingkan dengan rahmat ALLAH?"
Mendengar pertanyaan Rasulullah, orang itu langsung terperanjat.
"Oh... kalau itu, jelas besar rahmat ALLAH, ya Rasulullah."
Ternyata orang yang berdosa ini masih mempunyai prasangka baik (khusnudhon) kepada ALLAH.
"Sekarang, kalau memang kamu benar-benar berniat taubat, kenapa kamu mesti malu. sudah kamu tidak usah malu, ceritakan saja a[a yang telah kamu perbuat," perintah Rasulullah.
"Baiklah Rasulullah."
Kemudian orang itupun bercerita tentang apa yang diperbuatnya.
"Ya rasulullah, saya ini adalah seorang pencuri kain kafan orang yang sudah meninggal. Jika ada orang yang meninggal dunia dan kemudian dimakamkan, malamnya kuburan itu saya gali. Mayatnya saya naikkan ke atas, kafannya saya ambil, kemudian saya kuburkan lagi. Itu kalau mayatnya laki-laki."
"Namun apabila mayatnya itu, perempuan, lain la ya Rasulullah. Jika mayatnya adalah seorang wanita, sebelum saya kuburkan lagi, mayat itu saya gagahi (setubuhi) dulu, batu kemudian saya kebumikan lagi ya Rasulullah."
Orang itu bercerita dengan perasaan takut yang tiada tara. Betapa kagetnya Rasulullah ketika mendengar cerita tersebut, beliau tidak menduga sampai sejauh itu yang telah dilakukan oleh orang tersebut. Sampai Rasulullah berkata:
"Wahai kamu ahli maksiat, menyingkirlah kamu. Menyingkirlah, menjauhlah kamu daripadaku. Jangan sampai api ALLAH jatuh mengenaiku."
Mendengar ucapan Rasulullah, orang itu pun semakin sedih. Sama sekali dia tidak menduga bahawa Rasulullah akan mengusirnya. Dengan hatinya yang gundah gulana, orang itu meninggalkan kediaman Rasulullah. Jiwanya rapuh seketika kebingungan menyelimuti dirinya."
Orang itu berjalan sambil menitiskan air mata yang semakin deras. Hingga sampailah dia pada padang pasir yang sangat luas dan panas. Dia terus menangis, kepalanya diusap-usapkan diatas padang pasir yang sangat panas. Dia tersungkur dan terus menangis tiada henti. Ditengah-tengah kegelisahan yang tak bertepi, orang itupun menadahkan tangan dan berdoa kepada ALLAH. Dia mengadu atas apa yang menimpa pada dirinya."
"Ya ALLAH, begitu besar dosa yang telah aku lakukan. Aku benar-benar ingin bertaubat, akan tetapi Rasulullah mengusirku. Sekarang tinggal Engkau ya ALLAH. Jika Engkau memang tega kepadaku, sebab apa yang telah kuperbuat. Jika Engkau tega melihat keadaanku yang seperti ini, ya ALLAH, maka bakar sahaja aku di dunia ini, sebelum kau masukkan aku ke dalam kobaran api neraka. Bakar.., bakar.., bakar saja aku ya ALLAH Ta'ala, jika memang taubatku ini tidak diterima lagi. Seketika setelah berdoa, orang itu tergeletak tidak bernyawa. Orang yang ahli maksiat itu meninggal dunia bersama penyesalan dirinya."
Kemudian ALLAH memerintahkan malaikat Jibril untuk datang kepada Nabi Muhammad.
"Jibril, datanglah kau kepada kekasihku Muhammad. Tanyakan kepadanya;
"Siapakah yang menciptakan manusia?"
"Kalau dia jawab ALLAH, tanyakan lagi.."
"Siapakah yang menerima taubat manusia?"
"Apabila dia menjawab ALLAH, perintahkan kepada Muhammad untuk mengajak sahabat-sahabatnya merawat jenazh orang yang taubat itu, orang yang telah diusir oleh Muhammad"
"Perintahkan kepada Muhammad untuk menyolati, sebagaimana dia menyolati orang mukmin. Beritakan kepada Muhammad bahawa dosa-dosa orang tersebut telah aku ampuni..."
Sebenarnya,sebelum dia datang kepada Rasulullah, dia telah mendapat peringatan daripada ALLAH SWT, suatu hari, orang itu mencuri kain kafan seorang gadis perawan, di mana gadis itu merupakan salah satu puteri daripada sahabat Nabi, seperti kebiasaannya, bila korbannya adalah mayat perempuan, maka dia pasti menyetubuhinya. Ketika diamenyetubuhi mayat tersebut, tiba-tiba mayat tersebut berbicara:
"Wahai lelaki, apakah kamu tidak malu kepada ALLAH, kamu tidak malu disaksikan oleh ALLAH. Kamu tidak kasihan dengan aku. Sebelum aku dikuburkan, aku dibersihkan. Aku disucikan, sekarang kau buat aku telanjang. Kenapa kamu tidak kasihan kepadaku, wahai lelaki?"
---> Saje nak kongsi kisah ni dengan korang semua. Kita selaku manusia biasa sering kali alpa dengan setiap suruhan dan larangan dari ALLAH SWT. Time senang seringkali kita abai segala perintahNYA. Bila diberi sedikit ujian daripada NYA, barulah kita ni semua nk ingat dia...nak taubat...baru nk tunai solat..baru nk bukak semula Al-Quran..Kitab suci ALLAH.. itu untung masih ingat nk taubat walaupun lepas diberi petunjuk dari ALLAH taala...ade jugak yang tetap tidak mahu bertaubat sampai ke hujung nyawa... semoga kita sama2 menjadi hamba-NYA yang sentiasa patuh setiap suruhan dan larangan-NYA...Amin..Ya Rabbal Alamin...<----

insaf jap...hukhuk...sebenarnya...walo seluruh dunia hindari kita, kita tak perlu risau selagi kita berpegang b'iman Allah...hanya pencipta yang tahu HambaNYA...
ReplyDeletep/s; ni lbh mengingatkan kpd dri sdri sbnrnya...
yes...da lama xbace sirah nabi...tetiba jadi alpa dengan syurga dunia yang bersifat hanya sementara...kadangkala kita harus mencari bahan bacaan yang berunsur islamik berbanding bahan bacaan yang hanya bersifat lagha...
ReplyDelete